<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/3857307298523641467?origin\x3dhttp://infogaya-konser.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

Rabu, 29 Januari 2014

40 Tahun Erros Djarot Berkarya

Galeri Indonesia Kaya Jakarta, 29 Januari 2014 - Membuka tahun 2014 ini, Soegeng Waluyo Djarot, atau yang umum dikenal sebagai Erros Djarot, akan menggelar sebuah panggung pagelaran maha karya musik bertajuk "40 Tahun Erros Djarot Berkarya". Konser ini akan menampilkan karya-karya Erros Djarot Berkarya". Konser ini akan menampilkan karya-karya Erros Djarot mulai dari album "Barongs" (1975), "Manusia-Manusia" (1986), "Badai Pasti Berlalu" (1977), "Resesi" (1983), "Detik" (1997), "Pemilu" (2009), dan masih banyak lagi.

Erros Djarot Gelar Konser Maha Karya Musik Indonesia

Erros Djarot mengawali karir bersama grup musik Barong. Kemudian setelah menyelesaikan studi di London International Film School, beliau pun berkecimpung di dunia film dan meraih penghargaan sebagai Penata Musik Terbaik lewat film "Kawin Lari" karya Teguh Karya. Melalui film "Tjoet Nya' Dien" pun, Erros Djarot membuktikan dirinya mampu meraih penghargaan sebagai sutradara Terbaik.

Di balik semua itu, yang membuat Erros Djarot tetap fenomenal adalah karyanya dalam film "Badai Pasti Berlalu", hasil adaptasi dari novel karya Marga T. Beliau membuat album bertajuk serupa dengan menggandeng musisi seperti Alm. Chrisye, Fariz RM, dan Berlian Hutauruk. Walaupun hanya empat lagu dalam film yang ada di album tersebut, tetapi album "Badai Pasti Berlalu" saat itu mampu meraih penjualan lebih dari 9 juta kaset. Hingga kini, lagu-lagu di album itu seperti "Pelangi", "Merpati Putih", atau "Angin Malam" masih dibawakan oleh musisi-musisi saat ini.


Label: ,

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda