Make Your Days 'n Jazz Up the World
Hotel Borobudur Jakarta, 27 Februari 2013 - Jakarta International Djarum Super Mild Java Jazz Festival 2013, tanggal 1, 2, 3 Maret di JIExpo Kemayoran Jakarta tak pelak lagi menjadi perhelatan yang seru dan menjadikan tiga hari pencinta musik dari manapun berasal bergembira. Vibrasi dari musik dan sukacita tersebut akan menyemarakkan dunia. Pesannya jelas, hidup dalam harmoni menjadikan dunia lebih nyaman ditinggali, lebih produktif berkreasi dan menghasilkan kualitas hidup yang lebih baik.
'n Jazz Up the World
Dengan lebih dari 1500 musisi internasional dan Indonesia yang menampilkan 187 pertunjukan di 17 panggung bagi lebih dari 100 ribu orang selama 3 hari penyelenggaraan, Jakarta International Djarum Super Mild Java Jazz Festival 2013 dipastikan kembali menjadi moment paling meriah sepanjang tahun 2013.
Joss Stone (special show hari Jumat, 1 Maret), Lisa Stansfield (special show hari Sabtu, 2 Maret), Basia (spesial show hari Sabtu, 2 Maret dan Minggu, 3 Maret), Craig David (spesial show hari Minggu, 3 Maret).
Jimmy Cliff, Maurice Brown, The Soul Rebels, Maliq & D'Essentials, Raisa, Oddie Agam with Twilite Orchestra, Dwiki Dharmawan, David Helbock, Rafly Wasaja, Noon, Dewi Sandra, Atila, Tohpati Bertiga, Magnus Lindgren, Cindy Bernadette, Kayon, Gregory Porter, Indro Hardjodikoro, Fajar Adi Nugroho, Stanley Clarke, George Duke, Dewa Budjana, Balawan Bifan Trio, Jose James, Roberta Gambarini, Bonita & the Husband, Roy hargrove, Barry Likumahuwa, Abdul and the Coffee Theory, Balance and the Traveling Sound, Aboda, Emily Elbert, Andy Wirjantono, Eldar Djangirov, Oele Pattiselanno, Lee Ritenour, Dave Grusin, Yannick Bovy, Vrildom, Diego Maroto, Ron King Big Band, HajarBleh Big Band, Next Project, Mellow Motif, Benny Likumahuwa, Kenny Garrett, Spyro Gyra, Sister Duke, Mara Sophie, Ginda and the White Flowers, Lauren kinhan, Kaori Kobayashi, Ligro Trio, Earl Klugh, Nelson Rangell, Shakila, Fried Pride, Iwsan Hassan, Jazz orchestra of the Concertgebouw, Calvin Jeremy, Highnotes, Aksan Sjuman, James Carter, Donny Koeswinarno, Miles Smiles, Shadu Rasjidi, Marcus Miller, Butterscotch, BubuGiri, Monday Michiru, the Groove, RAN, Merry Kasiman, Chucho Valdes, Tjut Nyjak Deviana Daudsjah, Brian Simpson, Aiko, New York Voices, Heaven On Earth, Phil Perry, RH Factor, IYG, Fourplay, Tulus, Wouter Hamel, Shadow Puppets, Asian Jazz All Stars, the Groove, Yeppy Romero, D'Massiv Jazz Project, 57kustik, Krishna Balagita, The Extra Large, Bandanaira, Tembang Pribumi, David Garfield, Storia, dan Sandy Winarta Quartet adalah sebagian dari nama musisi dan grup yang mengisi ruang-ruang di JIExpo Kemayoran nanti.
Beberapa catatan menarik lainnya adalah acara di Djarum Lounge yang menghadirkan Tribute to Utha Likumahuwa (Jumat, 1 Maret), Tribute to Elfa Secoria (Sabtu, 2 Maret), Tribute to Ismail Marzuki (Minggu, 3 Maret). Selain itu, grup the Groove featuring Monday Michiru, dan Aksan Sjuman yang memanfaatkan multimedia untuk memberikan nuansa berbeda dalam menikmati musik.
Jakarta International Djarum Super Mild Java Jazz Festival 2013 adalah peristiwa kreatif yang istimewa, menjadi bagian dari moment tersebut adalah penting.
Dari Sponsor
Djarum Supe Mild
Komitmen Djarum Super Mild untuk berpartisipasi dalam festival musik jazz ini adalah untuk turut mendukung perkembangan musik di Indonesia, khususnya Jazz dengan menjadi tuan rumah di negeri sendiri atas suatu pentas musik berskala internasional. Khusus di Djarum Super Mild Java Jazz Festival 2013 ini, terdapat penampilan special di Djarum Super Mild Lounge lewat Tribute to Utha Likumahuwa, Ismail Marzuki dan Elfa Secoria.
Mengenai Special TributeB di Djarum Super Mild Lounge, Handojo, Senior Brand Manager Djarum Super Mild mengatakan, "Spesial Tribute ini menjadi program khusus kami yang akan digelar di Djarum Super Mild Lounge. Selain sebagai bentuk kepedulian dan apresiasi bagi para musisi yang sudah berjasa bagi perkembangan musik Jazz di Indonesia, Spesial Tribute ini juga memberikan kesempatan bagi musisi-musisi muda, bagian dari kaum urban, untuk berkarya dan berekspresi dengan membawakan lagu-lagu Ismail Marzuki, Utha Likumahuwa dan Elfa Secioria.
Sepanjang tahun 2012 lalu, Djarum Super Mild juga mendukung perhelatan sejumlah festival jazz yang digelar di tanah air diantaranya Ngayogjazz, JazzTraffic Semarang dan Surabaya serta Mahakam Jazz Fiesta Samarinda, festival jazz pertama di Kalimantan dan diadakan di tepi sungai Mahakam.
"Tujuan kami adalah untuk membuat musik jazz lebih populer dan lebih banyak lagi dinikmati oleh masyarakat." tutup Handojo.
Selain menikmati Special Tribute, para pengunjung di Djarum Super Mild Lounge bisa memperoleh update terbaru atau real time mengenai jadwal dan penampilan para musisi internasional dan nasional yang terpampang di Touch Screen Information. Fasilitas lain yang disediakan di Djarum Super Mild Lounge adalah games dan photo booth yang bisa langsung mengup-load foto pengunjung ke facebook maupun twitter secara bersamaan.
Informasi terlengkap dan terkini seputar Djarum Super Mild Java Jazz Festival 2013 dapat dilihat melalui website www.djarumsupermild.com atau follow twitter @mldspot.
BNI 46
"Selain itu, Bank Negara Indonesia selaku official bank partner mempersembahkan berbagai promosi menarik berupa cash back untuk setiap transaksi kartu kredit, dan discount 20% untuk pembelian official merchandise dengan menggunakan kartu kredit, kartu debit serta kartu prepaid BNI. Kali ini BNI akan mengusung produk Taplus Muda dengan kartu debit untik dimana desain dalam kartu dapat disesuaikan dengan keinginan nasabah sebagai wujud ekspresi pribadi. Serta jangan lupa membawa slip gaji anda dan apply kartu kredit BNI untuk mendapat kan hadiah menarik."
Telkomsel
Head of Corporate Communications Group Telkomsel Adita Irawati mengatakan, "Guna menambah kelancaran berkomunikasi, Telkomsel akan meningkatkan kapasitas jaringan di sekitar lokasi acara. Merupakan suatu kebanggaan bagi kami dapat mendukung kesuksesan penyelenggaraan Java Jazz Festival 2013 yang merupakan event terbesar bagi para pecinta musik jazz di Indonesia."
Jakarta International Djarum Super Mild Java Jazz Festival 2013
Is beyond a music event, it's a great moment filled with creativity
Let's Jazz Up the World!!!
www.javajazzfestival.com
Kemendag Tampilkan Alat Musik Bambu pada Java Jazz Festival 2013
Hotel Borobudur Jakarta, 27 Februari 2013 - Java Jazz Festival (JJF) ke-9 akan segera digelar pada 1-3 Maret 2013 di Jakarta International Expo, Jakarta. Java Jazz Festival merupakan salah satu pagelaran musik Jazz tahunan yang dinanti oleh para pecinta musik Jazz tanah air bahkan internasional. Sejak tahun 2008, Kementrian Perdagangan telah menjadi bagian dari kesuksesan festival ini.
"Tahun ini merupakan yang ke-6 kalinya Kementrian Perdagangan secara konsisten mendukung pelaksanaan JJF dengan menghadirkan panggung Hall of the World Music dan Paviliun Trade with Remarkable Indonesia," kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Gusmardi Bustami.
Panggung Hall of the World Music di Hall B2 akan menampilkan artis-artis ternama seperti the Soul Rebels, Emily Elbert, Tulus, Nino dan Mellow Motif. Sementara Paviliun Trade with Remarkable Indonesia akan menampilkan berbagai produk kreatif berupa alat musik hasil karya anak bangsa sebagai salah satu komoditas ekspor yang potensial.
Dalam paviliun Kementerian Perdagangan seluas 100 m2, akan ditampilkan beberapa alat musik tradisional dan kreatif hasil karya Indonesia seperti angklung, calung, gitar bambu, biola bambu, terompet bambu (persembahan dari Indonesia Bamboo Community), sasando (persembahan dari Nicodemus); orgel bamboo (persembahan dari Pradjawidja Instrumentalia); rebana dan perkusi (persembahan dari Kunokini); serta drum (Harry's Drum). Selain itu, juga akan ditampilkan produk-produk fesyen kreatif, seperti tas kulit (Bara Fashion) dan sepatu kulit (Brunn).
JJF yang diselenggarakan oleh Java Festival Production ini selain melibatkan para musisi jazz dari Indonesia seperti Dwiki Dharmawan, Barry Likumahuwa, dan Indra Lesmana, juga menghadirkan para musisi jaz dari berbagai negara, antara lain Joss Stone, Lisa Stanfield, Basia, dan Craig David. "Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia telah menjadi salah satu negara tujuan bagi para musisi jazz dunia untuk unjuk gigi dan memperlihatkan kemampuan bermusik mereka. Oleh karena itu, ajang ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai media untuk mempromosikan Indonesia kepada dunia melalui kekayaan budaya dengan segala potensi yang dimiliki," ujar Gusmardi.
Dirjen PEN mengajak kepada para pecinta musik untuk bersama-sama mengembangkan dan mempromosikan industri musik Indonesia dengan menampilkan berbagai inovasi kreatif di sektor musik. Melalui inovasi dan kreativitas yang ditampilkan di ajang musik JJF ini, bangsa diharapkan Indonesia dapat menunjukan potensi dan kapasitasnya kepada dunia.
Sejak tahun 2009 hingga 2011, tren nilai ekspor perangkat alat musik Indonesia meningkat secara konsisten. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), total ekspor perangkat musik Indonesia ke dunia pada November 2012 mencapai USD 508,4 juta. Angka tersebut meningkat sebesar 3,91% dibandingkan pada bulan yang sama tahun 2011 yaitu USD 489,3 juta. Tiga negara terbesar yang merupakan tujuan ekspor perangkat musik dunia, Indonesia masih berada di peringkat ke-5 setelah China, Amerika Serikat, Jepang dan Jerman.
Berdasarkan data tersebut, Indonesia dapat dikatakan sebagai salah satu negara yang memiliki potensi besar untuk mengembangkan industri kreatifnya yang bernilai tambah di sektor musik. Pengembangan ekspor industri musik bukan hanya dilihat dari sisi perangkat musik saja, namun juga dapat berupa konser musisi Indonesia di luar negeri, dan pemasaran kaset atau CD lagu-lagu Indonesia di luar negeri. Oleh karena itu, untuk mengembangkan industri musik Indonesia, diperlukan kerja sama yang baik antara pemerintah, pengrajin alat musik, para musisi, promotor musik, label production, serta lembaga terkait lainnya.
Label: java jazz festival 2013, jjf, konser, musik

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda