Tribeca Cafe Citiwalk Sudirman Jakarta, 20 Juli 2011 - Marygops Studios atau yang lebih dikenal dengan sebutan Marygops, belakangan dikenal sebagai sebuah perusahaan yang bergerak di bidang Music Promotor & Event Organizer. Tanggal 23 April 2011 lalu, Marygops Studios, sukses menggelar Konser Justin Bieber. Dan jika tidak ada aral melintang, 5 Oktober 2011 nanti, Marygops Studios kembali akan mempromotori konser musik sebuah boyband legenda dan ternama.
Mengapa Westlife, jawabnya adalah setiap kali peluncuran album barunya, Indonesia melampaui semua negara Asia dalam penjualan album. Selain itu fans Westlife sangat setia dengan band kesayangannya ini. Kecintaan itu bisa dilihat dari twitter, bagaimana mereka memohon kepada Westlife untuk tampil lagi di Indonesia. Mereka rindu dengan Westlife," ujar Shaane Harjani, Managing Director Marygops Studios. Grup musik asal Irlandia ini, sebelumnya sudah pernah manggung di Jakarta, yaitu pada tahun 2001 dan 2006.
Westlife yang sekarang ini hanya beranggotakan empat personel yaitu Shane, Nicky, Mark dan Kian, akan datang ke Indonesia dalam rangkaian "Gravity Tour 2011" yang juga senama dengan judul album terakhir mereka, "Gravity" yang dirilis tahun 2010 lalu di bawah label Sony Music Indonesia. Bertempat di Tennis Indoor, Senayan, Jakarta, Shane, Nicky, Mark dan Kian, tanggal 5 Oktober 2011 itu, dalam konser berdurasi sekitar 2 jam (konser akan dimulai pukul 20.00 - 22.00 wib), akan menghibur fansnya di Jakarta dengan membawakan sekitar 20 lagu.
"Kami beruntung bisa mendapatkan kesempatan untuk memboyong Westlife ke Indoneisa, khususnya ke Jakarta ini. Karena sebagai new comer di bidang music promotor, ini adalah sebuah kebanggaan. Karena sebagai new comer di bidang music promotor, ini adalah sebuah kebanggaan. Karena Westlife adalah boyband yang bisa bertahan lama. Westlife adalah legend," ujar Peter Harjani (23 tahun), mewakili Neelam Vaswani (21 tahun) dan Shaane Harjani (20 tahun), 3 orang pentolan utama Marygops Studios.
Jika pada konser tahun 2006, album Westlife yang berjudul "Face to Face", terjual lebih dari 75 ribu copy di seluruh Indonesia sejak diluncurkannya, kali ini lewat album "Gravity" (yang bernaung di bawah label Sony Music Indonesia), Westlife akan menyambangi para fans setianya di Indonesia. Adalah sebuah kebanggaan tersendiri bisa menyaksikan penampilan sebuah grup musik yang juga sempat berduet dengan penyanyi-penyanyi ternama seperti Mariah Carey, Donny Osmond, Lulu, Donna Summer dan juga penyanyi legendaris Diana Ross yang menyanyikan lagu berjudul "When You Tell Me That You Love Me".
"Lewat konser Westlife kali ini, kami dari Marygops Studios ingin memberikan sebuah tontonan baru yang berkualitas kepada semua penikmat dan pecinta musik di Indonesia. Tentu saja, untuk penampilannya nanti, kami dari Marygops Studios akan bekerjasama dengan manajemen Westlife, mulai dari staging, lighting, sampai kepada properti pendukung penampilan termasuk grup musik pembukanya. Westlife pastinya akan kami jamu layaknya tamu istimewa, sebuah grup musik legend," ujar Peter Harjani, yang di Marygops Studios menjabat sebagai Project & Creative Director.
Dalam sejarah perjalanan karirnya, Westlife sendiri telah memperoleh antara lain 6 multi platinum, Brit award, MTV Award dan juga telah menjual lebih dari 44 juta copy untuk seluruh albumnya. Dan di Indoneisa sendiri, Westlife pernah duet dengan penyanyi berbakat Sherina. Ini sebuah prestasi yang cukup membanggakan dan betawa Westlife sangat concern dengan penyanyi berbakat Indoneisa.
"Konser Westlife di Indonesia 5 Oktober tahun 2011 ini, merupakan konsernya yang keempat kalinya. Dan mereka secara khusus akan membawa band sendiri untuk mengiringi penampilan mereka," jelas Neelam Vaswani, Marketing Director Marygops Studios.
Sama seperti konser-konsernya terdahulu di Indonesia, konser Westlife selalu dipenuhi oleh penggemarnya yang rata-rata adalah usia remaja. Sebagai ilustrasi saja, saat konser tahun 2000 jumlah penonton Westlife mencapai 8800 orang, di tahun berikutnya 2001 penontonnya bertambah menjadi 15.000 orang. Tidak beda jauh dengan konser mereka di tahun 2006, yang juga dipadati dengan remaja-remaja ABG. Sebuah angka yang cukup fantanstis dan menunjukkan betapa boyband ini sangat terkenal dan digilai para ABG.
"Kami harapkan di tahun 2011 ini, para penggemar Westlife akan kembali menonton pujaan mereka. Dan datang berbondong-bondong ke Tennis Indoor Senayan, Jakarta," sambung Neelam Vaswani. Jika di tahun 2006, konser Westlife didukung sponsor utama dan sponsor-sponsor lainnya, konser pada tahun 2011 ini, Marygops Studios juga berharap yang sama "Karena konser Westlife tahun ini adalah salah satu perwujudan dari bentuk apresiasi kami kepada seluruh fans berat Westlife, khususnya kslangan perempuan Indoneisa. Karena, penggemar boyband biasanya kan banyaknya perempuan. Tentu saja, kami berharap konser ini akan didukung sponsor-sponsor yang produknya berhubungan dengan kebutuhan para perempuan Indonesia, termasuk para remaja puteri, meskipun kami sangat terbuka dengan any kind of product yang bisa menyukseskan konser Westlife nantinya," ujar Neelam Vaswani lagi.
Untuk tiket konser Westlife pihak promotor hanya bekerjasama dengan rajakarcis, dimana tiket yangakan dijual sebanyak 4.500, mulai dari Kelas Festival 1 Rp 750.000 + ; Kelas Tribune 1 Rp 675.000; dan Kelas Tribune 2 Rp 600.000 (semua belum termasuk pajak). "Untuk itu, mulai tanggal 23 Juli, tiket secara online seudah bisa dipesan lewat," ucap Bagus Utama.
Tentang Marygops Studios
Marygops Studios atau lebih dikenal dengan nama Marygops yang arti namanya diambil dari family name ini, berdiri sejak bulan April 2004. Namun baru resmi beroperasi sejak Juni 2011 dengan dimotori 3 anak muda smart dan kreatif bernama Shaane Harjani (Managing Director), Neelam Vasmani (Marketing Director) dan Peter Harjani (Project & Creative Director).
"Kami memiliki banyak ide untuk membangkitkan perusahaan ini. Dan kami tidak hanya akan fokus ke promotor konser. Dalam tahun-tahun yang akan datang, Marygops akan memfokuskan bisnisnya ke semua aspek entertainment, mulai dari promotor konser musik internasional dan nasional, teater, dan LIVE event lainnya. Juga produksi musik, film dan tv show. Kami adalah generasi muda yang mempunyai aspirasi sangat luar biasa di bisnis entertainment," ujar Shanne Harjani mewakili kedua sepupunya, Peter Harjani dan Neelam Vaswani.
Sebagai sebuah perusahaan yang dikenal banyak bergerak sebagai Promotor dan Event Organizer ini, Marygops Studios memang termasuk new comer di Indoneisa. Tetapi, sebagai pendatang baru, Marygops Studios, tahu apa yang harus mereka lakukan bersama timnya, sejak mereka terjun ke berbagai event yang sudah pernah mereka laksanakan sebelumnya, yakni di bidang Charity show dan commedian stand up shows.
"Makanya, sebagai new comer, kami mau belajar dengan pendahulu-pendahulu kami, yang semuanya tentu saja menjadi sebuah ilmu yang sangat bermanfaat dalam perjalanan karir kami selanjutnya as a music promotorl," tambah Peter Harjani.
Sebelumnya, Marygops pernah bekerjasama dengan Berlian Entertainment, Asia Sports Development, Multivision dan Mahkota Promotion, ketika mendatangkan Justin Bieber untuk tampil di Sentul Internasional Conventtion Centre, 23 April 2011 silam. "Kami sangat bangga dengan kerja tim yang kami bentuk dan bisa bekerjasama dengan pihak-pihak lain. Semua adalah sebuah bentuk dan proses pendewasaan diri kami dalam berbisnis di dunia musik, dunia yang sangat-sangat kami cintai. We run this business just like a music. Lengkap dengan nada-nadanya. Santai, fun, colourful, namun tetap serius dan profesional," tegas Peter Harjani. Tentu saja, semua bisa terlaksana oleh Marygops Studios dengan didukung oleh sumber daya manusia yang berpengalaman dibidangnya masing-masing, "Selain itu, setiap karyawan, kami berikan pelatihan-pelatihan dan kursus secara berkala guna mendukung kinerja mereka sesuai dengan keahlian di bidangnya masing-masing," imbuh Neelam Vaswani.
Apabila di tahun 2011 ini, Marygops konsentrasi di konser musik, maka di tahun 2012, Marygops Studios ingin lebih serius mendalami profesi sebagai "a new business into national music concerts, event organizer dan movie production.
"Kami sadar bahwa kalau mau serius di bisnis entertainment, Marygops Studios harus benar-benar mengerti bagaimana industri ini bisa diterima. Dan dalam hal inim, kami ingin menjalankan bisnis di industry musik ini dengan apa yang kami sebut "an ethical and sportive manner putting truth & honesty above all". Dan dibalik semua itu, Indonesian entertainment lovers satisfaction" sebagai prioritas utama kami," tandas Shaane Harjani dengan mantap. Semantap keinginan dirinya bersama dua sepupunya untuk menggelar Marygops next artis yang rencananya akan mereka promotori di bulan November 2011.
Marygops memang pemain baru di dunia konser musik, namun Marygops ingin memberikan sebuah suguhan konser musik yang lain dari pada yang lain bagi penggemar dan pencinta musik di Tanah Air. Marygops berusaha untuk selalu melakukan inovasi-inovasi produk dan servis guna memberikan layanan yang baik dan selalu memberikan kepuasan kepada pelanggan musik di Indonesia, khususnya di kota Jakarta. Pada dasarnya Marygops Studios hadir bukan untuk dikomersilkan. Marygops bersama timnya hadir untuk membantu siapapun yang ingin mempublikasikan setiap event / acara pertunjukan yang berkaitan dengan konser musik. Tujuan agar dapat meningkatkan kembali eksistensi acara pertunjukkan (khususnya konser musik) di Indonesia.
Tentang Westlife
Westlife adalah sebuah grup musik dari Irlandia yang beranggotakan Shane Filan, Kian Egan, Nicky Byrne, dan Mark Feehily. Satu anggota lainnya, Bryan McFadden, keluar pada 9 Maret 2004 agar dapat meluangkan lebih banyak waktu untuk kehidupan keluarganya. Westlife, berawal dari cerita tahun 1996 di Sligo, sebuah kota kecil di sebelah utara Irlandia, di mana ketika itu, Shane Filan, Kian Egan, dan Mark Feehily, sering kumpul dan aktif dalam kegiatan teater di Ummerhill College. Ketiga remaja tersebut mendapat peran utama dalam sebuah drama Grease dan penampilan mereka itu menjadi batu loncatan yang besar. Pada suatu malam setelah pertunjukan, ketika mereka latihan vocal sambil bercanda, tiba0tiba Mary McDonagh mendekati mereka dan berkata "saya ingin kalian membentuk sebuah band". Setelah itu mereka mulai membakan lagu-lagunya "TAKE THAT", band yang populer di pertengahan tahun 90-an. Pada bulan Juli 1998, Westlife mulai tampil keliling Inggris bersama Boyzone dan pada bulan Oktober, mereka menerima penghargaan dari majalah Smash Hits Award sebagai "Best New Tour Act:. Pada tanggal 19 April 1999, single mereka yang berjudul "swear it again" menjadi best seller. Dengan di rilisnya single kedua "if i let you go", Westlife berhasil menjadi boy band pertama yang kedua single-nya menduduki posisi puncak di tangga lagu Inggris. Tapi mereka tidak puas sampai disitu. Single ketiga, keempat dan kelima juga berhasil duduk di peringkat pertama tangga lagu Inggris dan merupakan sebuah kesuksesan besar yang tidak pernah dirasakan grup band manapun di Inggris. Dalam perjalanan karir westlife sebagai sebuah band, mereka terbukti sukses di Irlandia dan Britania Raya. Westlife berhasil mencetak 13 single nomor satu antara tahun 1999 dan 2006, antara lain: "Swear It Again" (1999), "Flying Without Wings", dengan BoA (dimuat di lagu tema film Pokeman 2000) (1999), "I Have a Dream" / "Seasons In The Sun" (cover dari ABBA dan Terry Jacks) (1999), "Against All Odds (Take A Look At Me Now)" (duet dengan Mariah Carey) (cover dari Phil Collins) (2000), "Uptown Girl" (cover dari Billy Joel), "Unbreakable" (2002), "Mandy" (cover dari Barry Manilow) (2003), "You Raise Me Up" (2005).
Diskografi
- "Westlife" #2 Britania, #129 AS (1999); "Coast to Coast" #1 Britania (2000); "World of Our Own" #1 Britania (2001); "Unbreakable" #1 Britania (2002); "Turnaround" #1 Britania (2003); "Allow Us To Be Frank" #3 Britania (2004); "Face To Face" #1 Britania (2005); "The Love Album" #1 Britania (2006); "Back Home" #1 Britania (2007); "Where We Are" (2009); "Gravity" (2010).
Label: marygops, senayan, tennis indoor, westlife, westlife jakarta